🪁 Cara Matching Antena Tanpa Swr

Berikutini 5 tips menggunakan radio komunikasi di mobil. Pastikan rakom berikut perlengakapannya terpasang baik secara teknis. Komunikasi menggunakan rakom itu artinya memanfaatkan frekuensi dengan penghantar gelombang radio yang dipancarkan dan diterima oleh antena yang diteruskan ke rakom. Prinsip kerja yang baik adalah bekerja pada frekuensiyang diharapkan diukur menggunakan Standing Wave Ratio (SWR) contoh alat SWR ditunjukkan pada gambar 2 : Gambar 2 : Alat SWR Antenna . 2. 4. Teknik Matching Antenna. Dalam penggunaan SWR untuk mengukur matching suatu antenna Pertama-tama pasanglah antena dengan konfigurasi yang dikehendaki. Pasanglah SWR CaraSetting AV / TV Polytron. 1. Langsung saja kita nyalakan televisi terlebih dahulu, lalu ambil remote dan takan tombol Menu. 2. Setelah layar menu tampil, geser ke bawah lalu pilih OPTION. 3. Lalu pada menu option pilih Input Source. 4. Setelah itu kamu bisa memilih mode AV. bedjeki call sig orari yd2gxz radio & call sign rapi jz11jwf , djeki globe cilacap teknisi radio komunikasi radio marine radio panggil radio bouy dan menerima pesanan membuat antena pengarah yagi dari 1x8,2x8 , 1x10,2x10 , 1x13,2x13 , untuk band frequensi vhf,uhf,fm,hf,ssb,all band. contac person:+6281548868688 karwono itten djeki cilacap >satscape Timbul SWR jika saluran transmisi (pigtail) dengan antenna tidak match Design antenna yang tidak memakai pigtail Kemudahan yang didapat : · Tidak memerlukan N-type connector dan pigtail sehingga menghemat biaya · Tidak memerlukan pekerjaan penyolderan · Tidak ada Loss / redaman sinyal RF · Tidak ada urusan lagi dengan SWR Antena WajanBolic Kalaualat untuk match antena tanpa perlu merubah antena namanya Antena Tunner / matcher. dengan alat ini kita tdk perlu mengeset antena, cukup memainkan alat tsb, antena "sdh match". Bentuknya persis SWR. Dan ini lebih praktis, krn kita mau main di frekwensi berapun gak usah naik turunkan antena yg bikin capek. Timbul SWR jika saluran transmisi (pigtail) dengan antenna tidak match Design antenna yang tidak memakai pigtail Kemudahan yang didapat : • Tidak memerlukan N-type connector dan pigtail sehingga menghemat biaya • Tidak memerlukan pekerjaan penyolderan • Tidak ada Loss / redaman sinyal RF • Tidak ada urusan lagi dengan SWR Antena Beberapahari yang lalu SWR Daiwa saya problem nih ,, Setelah dipinjam teman saya untuk maching antena ring 0 nya buat broadcast .. pulang pulang VU Forward nya nggak mau di posisi 0,, harus dipukul-pukul, dan jika seharusnya 18 watt hanya terbaca 10 watt CARAMEMBUAT PEMANCAR FM. 1.1. Latar Belakang. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi di era globalisasi ini, menuntut kami untuk membuat segala sesuatu secara sistematis dan efisien, karena waktu sangat berharga bagi kami, maka beberapa kemajuan teknologi telah diterapkan diberbagai bidang, diantaranya dunia pendidikan, sebab dari LGFLATRON: TEKAN OK DIREMOTE + OK DI TV atau MENU REMOTE + MENU DI TV. TCL : TEKAN DISPLAY (OSD) DIREMOTE + VOLUME DOWN DI TV ,tahan 3 detik. PHILLIPS : POSISI TV STNDBY,TEKAN 0,6,2,5,9,MENU. POLYTRON : POSISI TV STNDBY, TEKAN DAN TAHAN MENU DI REMOTE HINGGA TV MENYALA MASUKAN KODE ANGKA 1013. AlexLi, Manager Teknis, di atap. Dia menjelaskan, Antena warna biru berukuran 1,8 meter dan diarahkan ke ASIASAT3, piringan warna putih 1,6 meter diarahkan ke THAICOM 1A. Lebih banyak piringan dapat ditemukan di atap: terdapat antena 1,6 meter lain untuk penerimaan BSAT Jepang, pitingan 55 cm untuk NSS6. 7 Jika penunjukan SWR agak tinggi, turunkan antena Yagi 2 meter Anda dan ubah posisi Shorting Bar sekitar 0,5 cm agak mendekati center Boom. 8. Ulangi lagi langkah 4 s/d 6. 9. Jika ternyata penunjukan SWR meter makin baik, maka arah perubahan Shorting Bar tsb benar. 10. Tetapi jika penunjukan SWR makin naik, berarti arah perubahan Shorting Bar O9etId. Anda Berada disini Home › Blog › Antena › Cara Matching Antena Menggunakan Rig Expert 09 Mei 2021 - Kategori BlogRig Expert adalah alat yang cukup banyak digunakan oleh para teknisi radio di Indonesia untuk menguji kelayakan kabel dan matching antena. Harganya yang cukup mahal tentu dibarengi dengan kualitas yang cukup bagus, sekalipun tidak semua ada fitur anti-RF untuk menghindari gangguan pemancar radio lain Fitur anti-RF hanya tersedia pada AA-500 and AA-520. Rig Expert ini berguna untuk mengarahkan kita ke frekuensi yang dituju, tapi untuk hasil maksimal tentu saja harus menggunakan pemancar 1000 watt langsung agar bisa diketahui watt reflek yang sesungguhnya. Tapi pada dasarnya jika sudah didapat di bawah hasilnya sudah cukup bagus. Berikut contoh hasil pembacaan rig expert di menu All Param Setelah di SWR chat ketemu bahwa antena sudah matching di frekuensi yang Anda tentukan, misalnya maka silahkan klik menu All Parameter. Berikut nilai yang harus Anda dapatkan untuk mengetahui apakah antena sudah matching betul atau belum Z = impedansi = 50 ohm nilai 48-52 ohm masih wajar R = sama atau mendekati nilai Z X = 48 Phase = ga usah diperhatikan hanya perhatikan jika menggunakan antena sistem bay, karena phasenya sebisa mungkin harus sama Berikut langkah-langkah yang harus Anda perhatikan untuk mendapat hasil matching yang bagus 1. Cari tempat yang lapang agar diputar ke arah mana saja hasilnya sama. 2. Ketinggian pipa untuk tes minimal 2 meter. 3. Sambungkan kabel yang akan dipakai ke antena dan ke rig expert. Jika kabelnya bagus, maka hasil pembacaan menggunakan kabel ataupun langsung ke antena akan hampir sama. 4. Setelah ketemu hasil SWR yang bagus dan paramter lainnya bagus, baru genjot dengan pemancar 1000 watt agar tahu reflectednya. Setelah itu ubah sedikit-sedikit antenanya agar refleknya mendekati nol. antena, matching antena, rig expert Sumber artikel ini saya ambil dari postingannya Om Djoko Haryono di Facebook Group HOME BREW PROJECT CB RADIO, ANTENNA, SWR, AUDIO, MICROPHONE, BOOSTER, etc Ternyata masih banyak yang “confused” tentang cara pengukuran SWR yang benar maksudnya “Ternyata masih banyak yang belum sadar bahwa penunjukan SWR kadang bisa menipu” , dan ternyata “Masih banyak yang bingung tentang masalah panjang coax” . Mari kita belajar membuktikan bahwa bacaan SWR kita yang biasanya kita pasang dibawah , dalam ruang TX seperti gambar SWR-2 kadang benar tapi kadang juga menipu kita. Lakukanlah hal2 berikut 001 SWR meter adalah alat untuk mengukur seberapa match impedansi ANTENNA kita dengan coax. Karena yang diukur adalah antenna , idealnya pada awalnya pengukuran haruslah dilakukan pada antenna diatas tower seperti pada gambar SWR-1. Bahwa kemudian berkembang pengukuran dilakukan diujung bawah coax , itu tujuannya adalah agar praktis , teknisi tidak perlu sering/repot naik turun tower. Namun melakukan pengukuran dibawah sebetulnya lebih sulit , sebab yg diukur bukan langsung antenna. Untuk mengukur dibawah , sebetulnya lebih menuntut pengetahuan dasar yang lebih lengkap agar teknisi/operator tahu dan memahami jika menghadapi fenomena2 tertentu. 002 Pengukuran SWR idealnya dilakukan pada sambungan antara antenna dan coax , tetapi kita juga ingin belajar mengenal pengaruh2 jika pengukuran kita pindah & lakukan dibawah. Jadi pada percobaan ini kita sekaligus menggunakan keduanya memakai 2 bh. SWR meter. Belilah atau pinjamlah 2 bh. SWR meter YANG SAMA MERK DAN TYPENYA. Pasanglah yang 1 dibawah , didekat TX. 003 Dan pasanglah 1 bh SWR lain yang sama langsung pada antenna diatas tower . Mestinya / idealnya tersambung langsung dengan antenna , tetapi karena pada prakteknya akan sulit dilakukan , kecuali jika kita menambahkan sepotong kabel jumper J1. Agar tidak terjadi perubahan impedansi jika ketika beban antenna masih reaktif salah ukuran atau belum benar nyetelnya maka buatlah jumper J1 yang panjangnya kelipatan ½ lambda electric = effektif . Tentukan freq. percobaan. Dengan diketahuinya freq. maka lambda diketahui. karena lambda diketahui maka panjang coax yang ½ lamba atau kelipatannya juga kita temukan. Kalikan nilai ½ lambda tersebut dengan nilai velocity factornya kabel coax yg. dipakai tergantung jenis kabelnya maka ketemulah “panjang ½ lambda electric” alias “panjang ½ lambda effektif”nya. Buatlah jumper sepanjang itu tetapi makin akurat jika anda kurangi sedikit , karena panjang connector sebaiknya diperhitungkan sebagai bagian dari panjangnya kabel . 004 Demikian juga jumper lainnya / J2 potonglah dengan cara yang sama tetapi panjang J2 ini kurang terlalu berpengaruh karena posisinya sudah ada “dibelakang” rangkaian SWR meter . 005 L adalah coax panjang yang menghubungkan SWR bawah ke SWR atas. Pertama kali cobalah dengan panjang sembarang. Rangkaikan semua alat yg ada seperti gambar diatas. Diperlukan 2 orang untuk mempelajari pengujian ini. 1 orang diatas tower untuk membaca SWR-1 dan orang ke 2 diruang pemancar untuk membaca SWR-2. Keduanya saling berhubungan dengan menggunakan HT yg frekuensinya di stel jauh dari freq. kerja TX dan antenna yg diuji. Sebetulnya untuk mempermudah percobaan antenna bisa dipasang rendah menggunakan tiang pendek , tetapi perhitungkanlah , antenna harus ditempat bebas , jangan terlalu dekat ke pagar, talang, tembok, tanah , pohon agar pantulan, serapan dsb. yg terjadi tidak mempengaruhi impedansinya. Boleh rendah tetapi ditempat terbuka , misalnya untuk band 2 meter minimal 2 lambda diatas tanah. 006 Pakailah daya pemancar yg tidak terlalu tinggi misalnya 5 watt . Pertama-tama stel antenna dengan SENGAJA pada stelan yg buruk / salah , misalnya agar SWR nya menunjuk angka tinggi katakanlah 1,5 1 . Agar aman , semakin tinggi angka SWR yg anda sengaja pilih misalnya sampai 1,7 1 transmitnya pendek2 saja , yang penting teknisi yg ditower sudah sempat melihat nilai penunjukan SWR disini sengaja kita stel tinggi untuk “menciptakan” beban impedansi antenna yang REACTIVE. 007 Pada kondisi tsb. teknisi yg dibawah melihat penunjukan SWR-2 yg dibawah. Apa yang diketemukan ? Ternyata angka penunjukan SWR bawah TIDAK SAMA DENGAN SWR ATAS bisa lebih tinggi atau bisa sangat rendah . Inilah yg kita sebut sebagai PENUNJUKAN SWR YANG MENIPU. 008 Perubahan angka SWR itu terjadi akibat transformasi sepanjang kabel dan itu hanya terjadi jika antenna reactive. Perubahannya bisa sedikit tapi bisa juga sangat besar tergantung dari 2 hal yaitu seberapa mismatch / melesetnya antenna , dan berapa kelebihan panjang COAX jika dihitung dari titik “kelipatan ½ lambda effektif” yang terdekat dari posisi SWR-2 . 009 Pada kondisi kabel yang “sedang mengalami transformasi” semacam ini , kalau setiap kali panjang coax kita potong sedikit , maka bacaan pada SWR-2 akan berubah sedikit padahal / meskipun SWR-1 yang diatas tidak berubah dan tetap menunjukkan nilai sebenarnya . Jadi awas !! Kalau anda berkali kali memotong memendekkan coax sampai akhirnya menemukan angka SWR-2 yang terendah bahkan mungkin 11 , sebetulnya itu hanya kondisi SWR dibawah , sedangkan antennanya sendiri tetap mismatch , dan pancaran anda tetap “terganjal” , hanya sedikit power yg berhasil lepas terpancar dari antenna. 010 Demikianlah , saat antenna reactive kondisinya , maka PANJANG COAX AKAN MEMPENGARUHI “MEMALSU” / MERUBAH PEMBACAAN SWR DIBAWAH. Jadi kalau anda me-motong2 coax sampai SWR turun , itu sebenarnya anda sedang menipu diri sendiri karena tanpa anda ketahui , SWR sebenarnya di antenna masih tetap tinggi . 011 Sekarang percobaan kedua. Teknisi yg diatas tower menyetel antenna dengan melihat SWR-1 sampai SWR-1 terbaca minimum misalnya 1 1 . Ini artinya beban = antenna sudah berubah. Sekarang impedansinya sudah benar-benar 50 ohm RESISTIVE. 012 Apa yang kemudian terlihat di SWR bawah ? Sekarang SWR-2 dibawah akan menunjukkan angka yang sama dengan SWR atas yaitu 1 1. Sekarang potonglah coax sedikit demi sedikit. Apa yang terjadi ? Ternyata panjang coax tidak mempengaruhi. Berapa kalipun coax anda potong , SWR-2 tetap menunjukkan 11. Artinya adalah PADA BEBAN RESISTIVE , PANJANG KABEL TIDAK MEMPENGARUHI kecuali terhadap losses kabelnya. Semakin panjang kabel semakin besar lossesnya . 013 Demikian cara membuktikan bahwa penunjukan SWR yang terpasang dibawah yang rendah itu belum tentu baik. Kalau angka rendahnya itu angka murni maka pancaran anda akan optimal , tetapi kalau angka rendah yg anda lihat itu adalah nilai palsu , maka sebenarnya anda telah ditipu SWR meter anda !! tanpa anda sadari bahwa anda sedang memancar kecil atau mungkin sangat kecil meski TX anda sedang mengeluarkan power besar. 014 Jika anda sudah menguasai perilaku antenna, coax dan SWR meter anda dengan benar , anda sudah mulai melangkah siap untuk menjadi QRP’er yang baik , dengan power kecil mampu berkomunikasi lebih jauh. Kalau pemancar anda bekerja pada freq. pancaran yg tetap/fixed misalnya pada repeater atau jika pemancar anda bekerja pada freq. yang berpindah-pindah tapi dengan range yg. tidak terlalu lebar/tidak jauh dari centre freq. tertentu , saya sarankan membuat coax dari ruang pemancar sampai ke antenna yg panjangnya merupakan “kelipatan 1/2 lambda effektif” tersebut agar sistem yang anda bangun tersebut KEBAL tidak peduli apakah antennanya atau antenna penggantinya sedang dalam kondisi REACTIVE maupun RESISTIVE , penunjukan SWR nya akan tetap akurat menunjukkan nilai yang sebenarnya. Tetapi pada panjang yang diluar kelipatan itu, nilai transformasi bisa naik turun berulang ulang meskipun titik2 pengulangannya teratur dan bisa ditebak/dihitung . Selamat belajar !! Bravo !! Djoko H formerly YC2BCG MENGHITUNG PANJANG ANTENA Freq = Yang Sering Digunakan Brigker 2 M Band . Vf = Nilai Vilocity Faktor 0,95 . Lamda = 5/8 / 1/4 , Tangga Iner 300/ 0,95 X 5/8 = / Cm . Tinggi Ground Dan Puntalan Sbb 300/ 0,95 X 1/4 = / 49 Cm . Selamat Mencoba…..By Rama RUMUS ANTENA SEDIKIT CARA Menotal ANTENA 1. Bisa nambah sedikit nich mengenai rumus panjang antena sbb, 2. rumus janjang gelombang atau yg biasa disebut dengan Lamda adalah C/Freq x 0,95 dimana C yaitu Kecepatan Rambat Kurat diruang zero = 8, alias lebih mudahnya kita tuliskan nilai 300 bakal mempermudah dan menyederhanakan dalam cak menjumlah panjang gelombang, 3. Freq adalah Frequensi kerja yg dimaksud dan angka yakni nilai velocity vaktor dimana kecepatan rambat gelombang elektromagnit tentunya tidak selevel puas setiap media, 4. disini dituliskan merupakan nilai pendekatan cepat rambat sreg kendaraan logam sebagai penghasil mangsa antena..ok..perseptif rekan ??? misal kita ingin membentuk antena 5/8 pada freq 100 mhz, begini penjabaran rumusnya 300/100 = 3 bermanfaat panjang gelombang yg kita sambut adalah 3 meter, kemudian kita kalikan 3× maka kita peroleh nilai meter, 5. inilah paradigma yg akan kita kalikan 5/8, jadi = meter. mudah lain…????? rumus ini berlaku untuk semua jenis antena, misal 1/2, 5/8, 1/4, 3/4, 5/8 dsb. 6. Adapun diwaktu tuning atau seting antena yg sudah jadi sebaiknya jangan terlalu menyingkat atau memperpanjang antena meskipun antena dapat di adjust sebatas sejumlah cm, 7. harus diingat tahapan suatu antena harus kukuh mengacu pada rumus, ini lalu penting dan vital, 8. mungkin adjust antena cuma ada teloransi makin kurang 1,5 cm hanya, kalaupun belum didapatkan SWR yg kurang sebaiknya cek bagaian loading atau di tap ulang setakat mendapatkan SWR minimal….. ok kawan selamat bekerja……….By Rama. ANTENA YAGI Dimensions in inchesElement, Length, Space from Reflector Reflector – —-Driver – 1 – Director 2 – 3 – 4 – , Calculated Center of gravity inches Dimensions in cmElement, Length, Space from Reflector Reflector – —-Driver – 1 – 2 – 3 – 4 – , YAGI 4 Molekul Antenna dimensionsElement, Length, Space from Reflector all in cm unit Reflector – – 1 – 2 – mula-mula-tama sebelum merakit antena kita terlazim menentukan freq kerja yg akan kita gunakan, semisal 100 mhz. cara menghitungnya rumus 300/freq= lamda x 5/8 =? Bagi LEBIH AKURAT DIKALIKAN KOEFISIEN 0,97. 300/100 = 3 X 5/8 = 187,5 x 0,97 =181,5 cm Sebenarnya menghitung ini tujuanya bagi menentukan letak kumis,galibnya kalau kita mencari hasil matcing nan bagus 11 adalah dengan menggeser geta berengos keatas atau kebawah,namun dengan menggambar sejenis ini,kita bisa tau arah-arah letak gambar di samping kidal.! Inernya ketemu 181,5 cm,trus nan tengah warna merah itu loading,biasanya loading di jual di toko elektronik,atau kita dapat untuk koteng bermula hokah pvc, panjang loading juga kita kerjakan panjang Ground nya lebih panjang dari pada 181,5 cm ,biasanya 250 cm,nanti kelebihanya lakukan penggait pada tiang coba batik manual,gambarnya tentu dengan nisbah,misalkan 181,5 cm kita gambar di kertas 181,5 membuat garis lurus dari atas kebawah sesuai dengan kita letakan jarum paser di tengah2 panjang loading,trus kita lingkarkan yang di mulai terbit atas paling ujung dari panjang penggalan radiks gambar bisa kita lihat Misai yang panjangnya 75 cm dengan sudut 45 lega fragmen ujung kumis kita rapatkan sreg lingkaran,dan pada bawah kumis yang adegan atas itu,akan menentukan jarak posisi kumis bila di ukur dari atas,seperti puas tulangtulangan yang kita tandai dengan fonem domestik menggambar ini,sebenarnya abc F itulah yang kita pangjang misai yang kita inginkan lebih panjang dari 75 cm,misalkan panjang kumis 80 cm,maka posisi kumis akan lebih keatas pula,seperti pada bentuk kumis yang warna merah,di tandai dengan leter G. Demikianlah yang saya lakukan sebelum takhlik Antena telex 5/8,ini sebagai perhitungan lain saja,bila ia kepingin mencoba kejadian ini semoga bermanfaat Source

cara matching antena tanpa swr